Kali ini ana dapat surat lagi dari mbak Anne Ahira yang mengingatkan ana dan memotivasi lewat emailnya. Jazaakumulloh ya... mbak Anne.
Mungkin ini juga dapat bermanfaat bagi antum semua, maka ana persilahkan antum semua membacanya dan jangan lupa untuk actionnya. Selamat membaca ! :-)
Dear Retno,
Kita adalah RAJA dari pikiran
kita sendiri.
Oleh sebab itu usahakanlah selalu
berprasangka positif, dan hindari
pikiran negatif.
Sebagai 'raja' yang baik, kita
harus mampu untuk slalu memilih
respon positif, meski di tengah
lingkungan paling buruk sekalipun!
Jangan pernah berkata atau merasa
'aku gak layak..' Bercita-citalah
yang besar... berpikirlah maju!
Kita tidak diciptakan untuk menjadi
kalah, tapi diciptakan untuk
memberikan kemenangan! :-)
Salam Luar Biasa dari sahabatmu,
Bekal Sukses Itu Bernama "PD"
Ditulis oleh: Anne Ahira
Retno,
Masalah krisis kepercayaan diri (krisis
PD) seringkali menjadi salah satu
masalah klasik yang dialami oleh
sebagian orang.
Meski kelihatannya sederhana, namun
jika dibiarkan berlama-lama, krisis PD
bisa jadi bumerang tersendiri. Salah
satunya, potensi yang ada dalam diri
kita akan terhambat.
Sekarang mari kita ulas sejauh mana
pengaruh kepercayaan diri bisa
mempengaruhi keberhasilan seseorang.
Saat menghadiri seminar atau sebuah
pertemuan misalnya, banyak di antara
kita yang lebih nyaman memilih tempat
duduk di belakang ketimbang di depan.
Alasannya kadang sederhana.. "takut
ditanya sama si pembicara". lol
Namun saat seminar sudah dimulai, yang
duduk paling belakang seringkali jadi
tidak begitu kelihatan atau terdengar
dengan baik apa yang dibicarakan oleh
si pembicara karena terhalang oleh
mereka yang duduk di depan!
Pernah merasa seperti itu? :-)
Atau saat kita masih berstatus pelajar,
apakah kita termasuk yang malu-malu
untuk angkat tangan dan memberikan
jawaban yang sebenarnya kita tahu atas
pertanyaan yang ditanyakan guru kita? :-)
Sekarang, mari kita cari tahu apa saja
yang menyebabkan orang suka minder atau
kurang PD! Berikut beberapa alasannya:
1. Sering berpikir yang 'tidak-tidak'
tentang diri mereka!
"Coba kalau aku tinggi, aku mau dong
jadi model terkenal seperti Luna Maya!
...Tapi sayang, aku nih pendek & item,
gigiku gondrong lagi!!"
** lol, kasihan amet... hehe
Retno, jangan pernah memandang
sebelah mata terhadap diri kita. Semua yg
kita miliki adalah anugerah Tuhan yang pasti
ada manfaatnya.
Coba baca lagi artikel pertama yang
dulu pernah saya kirimkan dengan judul
"Hargai apa yang kita miliki". :-)
2. "Takut Salah" bisa membuat kita
tidak maju.
Jika kita selalu takut salah dalam
melakukan sesuatu, maka pastinya kita
tidak akan pernah bisa berhasil.
Janganlah Retno takut salah! Karena
kesalahan sebenarnya adalah langkah
awal menuju keberhasilan.
Tokoh-tokoh besar dunia yang
penemuannya sekarang kita nikmati,
dulunya mereka banyak melakukan
kesalahan. Namun, mereka terus dan
terus mencoba untuk memperbaiki
kesalahannya hingga tercipta sebuah
penemuan yang besar, seperti lampu
pijar, pesawat terbang, Google :-)
Dan masih banyak lagi yang lain!
Oleh sebab itu, jangan pernah takut
salah!
3. Jika kita bergaul dengan pengecut,
otomatis kita juga akan jadi pengecut
Retno, pergaulan bisa mempengaruhi
kepribadian kita. Jika Retno berada di
lingkungan yang mayoritas tidak punya
rasa PD tinggi, maka jangan harap Retno
bisa PD.
Yakinlah, sedikit banyak, PD kita
sangat dipengaruhi oleh lingkungan
dimana kita berada. Oleh sebab itu,
pandai-pandailah mencari teman atau
pergaulan yang memiliki kepercayaan
tinggi.
Retno juga pasti pernah mendengar
istilah "Jika ingin kaya, bergaulah
dengan orang-orang kaya".
Maksudnya, bukan berarti kalau kita
tidak punya uang bisa bersandar pada
mereka dan pinjam uang! :-) Tapi tujuan
kita adalah bisa menyerap 'cara
berpikir' mereka yang bisa membuat
mereka menjadi kaya!
4. Tidak perlu terpengaruh pendapat
orang lain
Kita seringkali terpengaruh dengan
pendapat orang lain. Sayangnya, tidak
semua pendapat itu benar. Pendapat atau
masukan dari luar boleh saja kita
tampung. Tugas kita adalah *mengolahnya*,
sekaligus untuk evaluasi diri.
Jika ada pendapat yang justru membuat
Retno menjadi mundur dan tidak
berhasil, maka Retno perlu menolaknya,
tanpa perlu terpengaruh oleh pendapat
itu.
Singkat kata, hilangkan jauh-jauh rasa
minder dalam diri kita. Retno tidak
perlu resah dengan kekurangan yang ada.
Jika ada melakukan kesalahan, tinggal
perbaiki kesalahan yang Retno buat, dan
jadikan kesalahan itu sebagai pengalaman.
The last but not least...
Selalu perkaya diri Retno dengan ilmu.
Karena dengan memiliki banyak ilmu,
otomatis kekurangan kita dalam hal lain bisa
tertutupi oleh kelebihan lain yang kita miliki!
Retno, begitu banyak orang yang tidak
menyadari 'sleeping giant' dalam
dirinya. Potensi dahsyat dan besar yang
acapkali diabaikan oleh alam pikirannya
sendiri, yaitu perasaan minder!
So, percaya dirilah Retno! Agar semua potensi
dahsyat yang Retno miliki *keluar* dan
tidak lagi terhambat! :-)
AHLAN WA SAHLAN
بسم الله الرحمن الرحيم
من أصلح أمر اخرته أصلح الله له دنياه
“Barang siapa memperbaiki urusan akhiratnya, niscaya Alloh memperbaiki urusan dunianya"
Senin, 07 Februari 2011
Selasa, 11 Januari 2011
PESAN DARI TEMAN ANA
Memang banyak orang bilang internet banyak madhorotnya, namun kita tidak boleh langsung saja menyepakati pendapat ini begitu saja karena dari internet banyak juga yang kita dapatkan tentang hal yang positif. Pada dasarnya semua hal itu bisa baik dan buruk tergantung pada persepsi dan amalan dari personnya. Alhamdulillah selama ana menggunakan internet, ana mendapat banyak pengalaman dan pengetahuan baru dari teman-teman yang ada di dunia maya, seperti pesan dari mbak Anne Ahira ini :
Berikut tips untuk Retno saat menghadapi
kritik:
1. Ubah Paradigma Retno Terhadap Kritik
Retno, tidak sedikit orang yang jatuh
hanya gara-gara kritik, meski tidak
semua kritik itu benar dan perlu
ditanggapi. Padahal, kritik menunjukkan
adanya yang *masih peduli* kepada kita.
Coba perhatikan perusahaan-perusahaan
besar yang harus mengirimkan berbagai
survey untuk mengetahui kelemahannya.
Bayangkan jika Retno harus melakukan
hal yang sama, mengeluarkan banyak uang
hanya untuk mengetahui kekurangan
Retno! LoL. :-)
Kritik merupakan kesempatan untuk
koreksi diri. Tentu saja akan
menyenangkan jika mengetahui secara
langsung kekurangan kita, daripada
sekedar menerima dampaknya, seperti
dikucilkan misalnya.
2. Cari tahu sudut pandang si pengkritik
Tidak ada salahnya mencari tahu detil
kritik yang disampaikan. Retno bisa
belajar dari mereka dan melakukan
koreksi terhadap diri Retno. Bisa jadi
kritik yang disampaikan benar adanya.
Jika perlu, justru carilah orang yang
mau memberikan kritik sekaligus saran
kepada Retno. Tokh Retno tidak akan
menjadi rendah dengan hal itu.
Justru sebaliknya, pendapat orang bisa
jadi membuka persepsi, wawasan, maupun
paradigma baru yang mendukung goal
Retno.
3. Kritik tidak perlu dibalas dengan kritik!
Tanggapi kritik dengan bijak. Retno
tidak perlu merasa marah atau
memasukkannya ke dalam hati. Toh
menyampaikan pendapat adalah hak semua
orang.
Nikmatilah apapun yang mereka
sampaikan. Tidak ada ruginya untuk
ringan dalam mema'afkan seseorang.
Anggaplah semua itu untuk perbaikan
yang menguntungkan Retno kelak.
Jangan pernah Retno balas kritik dengan
kritik. Karena hal ini hanya akan
membuat perdebatan, menguras tenaga &
pikiran. Tidak ada gunanya...
4. Terimalah kritikan dengan senyuman. ^_^
Ini semua bisa melatih mental kita agar
bisa *tegar* menghadapi ujian yang
lebih hebat di kemudian hari.
Singkatnya, kita memang hanya layak
dipuji jika sudah berani menerima
kritikan. Meski tidak mudah, asah terus
keberanian Retno untuk menikmati kritik
layaknya menikmati kue Retno.
Ingat, pujian dan apresiasi hanya akan
datang apabila kita sudah melakukan
sesuatu yang berharga.
So, jangan pernah bosan untuk memburu
kritik, dan tanggapilah setiap kritik dengan
lapang dada! :-)
Jazaakillah, mohon do'anya.
Berikut tips untuk Retno saat menghadapi
kritik:
1. Ubah Paradigma Retno Terhadap Kritik
Retno, tidak sedikit orang yang jatuh
hanya gara-gara kritik, meski tidak
semua kritik itu benar dan perlu
ditanggapi. Padahal, kritik menunjukkan
adanya yang *masih peduli* kepada kita.
Coba perhatikan perusahaan-perusahaan
besar yang harus mengirimkan berbagai
survey untuk mengetahui kelemahannya.
Bayangkan jika Retno harus melakukan
hal yang sama, mengeluarkan banyak uang
hanya untuk mengetahui kekurangan
Retno! LoL. :-)
Kritik merupakan kesempatan untuk
koreksi diri. Tentu saja akan
menyenangkan jika mengetahui secara
langsung kekurangan kita, daripada
sekedar menerima dampaknya, seperti
dikucilkan misalnya.
2. Cari tahu sudut pandang si pengkritik
Tidak ada salahnya mencari tahu detil
kritik yang disampaikan. Retno bisa
belajar dari mereka dan melakukan
koreksi terhadap diri Retno. Bisa jadi
kritik yang disampaikan benar adanya.
Jika perlu, justru carilah orang yang
mau memberikan kritik sekaligus saran
kepada Retno. Tokh Retno tidak akan
menjadi rendah dengan hal itu.
Justru sebaliknya, pendapat orang bisa
jadi membuka persepsi, wawasan, maupun
paradigma baru yang mendukung goal
Retno.
3. Kritik tidak perlu dibalas dengan kritik!
Tanggapi kritik dengan bijak. Retno
tidak perlu merasa marah atau
memasukkannya ke dalam hati. Toh
menyampaikan pendapat adalah hak semua
orang.
Nikmatilah apapun yang mereka
sampaikan. Tidak ada ruginya untuk
ringan dalam mema'afkan seseorang.
Anggaplah semua itu untuk perbaikan
yang menguntungkan Retno kelak.
Jangan pernah Retno balas kritik dengan
kritik. Karena hal ini hanya akan
membuat perdebatan, menguras tenaga &
pikiran. Tidak ada gunanya...
4. Terimalah kritikan dengan senyuman. ^_^
Ini semua bisa melatih mental kita agar
bisa *tegar* menghadapi ujian yang
lebih hebat di kemudian hari.
Singkatnya, kita memang hanya layak
dipuji jika sudah berani menerima
kritikan. Meski tidak mudah, asah terus
keberanian Retno untuk menikmati kritik
layaknya menikmati kue Retno.
Ingat, pujian dan apresiasi hanya akan
datang apabila kita sudah melakukan
sesuatu yang berharga.
So, jangan pernah bosan untuk memburu
kritik, dan tanggapilah setiap kritik dengan
lapang dada! :-)
Jazaakillah, mohon do'anya.
Rabu, 05 Januari 2011
HARGAMU ADALAH SURGA
HARGAMU ADALAH SURGA
Oleh KH.M Ihya' Ulumiddin
Firman Alloh Ta'ala:
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka...” QS At Taubah:111.
Sesungguhnya dunia hanyalah titipan-titipan belaka sebagaimana dikatakan oleh Labid:
Tiadalah harta benda dan keluarga kecuali hanya titipan
Dan sudah pasti pada suatu hari titipan-titipan mesti dikembalikan
Dunia tidak sebanding dengan diri seorang mukmin sebagai harga keimanannya yang merupakan sesuatu yang melekat dalam hati dan dibenarkan oleh amalan. Tidak pula
sebanding dengan apa yang didapatkan seorang mukmin sebagai harga jihadnya yang didasari oleh keimanannya. Karena inilah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
1) “Dunia ini terlaknat (tidak ada artinya karena tidak diajuhkan dari rahmat Allah); terlaknat pula apa yang ada di dalamnya kecuali dzikrullah dan segala sesuatu yang mengantarkannya serta orang alim dan orang yang berusaha jadi alim”(HR Turmudzi, Ibnu Majah dan Baihaqi)
2) “Dua rakaat fajar lebih baik daripada dunia dan isinya”(HR Turmudzi Nasa’i)
Maha benar Allah yang berfirman: “Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.“QS al Ankabut:64.
Jadi dunia dan segala yang ada di dalamnya berupa emas, perak, kedudukan, rumah-rumah dan istana-istana dll sama sekali tidak berhak mendapatkan setetes air mata karena semuanya ini tidak bisa memperlambat ajal manusia meski hanya sedetik saja. Sungguh telah dikatakan:
Diriku yang memiliki banyak sesuatu pasti juga akan sirna
Lantas mengapa aku menangisi sesuatu yang musnah?
Imam Hasan al Bashri mengatakan: [Jangan jadikan selain surga sebagai harga untuk dirimu karena diri seorang mukmin itu mahal. (sayang) justru sebagian mereka menjualnya dengan harga murah]. Dalam pribahasa Makkah dikatakan: “Surga tidaklah gratis”
Al Arif billaah As Sayyid Ahmad bin Idris al Maghribi mengatakan: [Seluruh upaya manusia demi dunia di dalamnya ada kesulitan dan kerepotan. Ia tidak mendapatkan keinginan kecuali dengan kepayahan. Dan (meski begitu) terkadang ia tidak mendapatkan apa yang diinginkan. Seluruh upaya manusia demi akhirat begitu mudah dan sama sekali tidak terdapat kesulitan di dalamnya. Manusia bisa mendapatkan taman-taman, pepohonan dan sungai-sungai di surga. Maka betapa mudah usaha untuk akhirat dan betapa susah usaha-usaha demi dunia.]
Seorang muslim yang terbina tidak menyesalkan sesuatu yang sirna karena segala sesuatu dalam kehidupan ini akan sirna kecuali DzatNya subhaanahu wata’aalaa. Dan karena seorang yang menyesalkan dunianya adalah seperti anak kecil yang menangis karena kehilangan mainannya. Muslim yang terbina juga menyadari bahwa ia menjadi begitu remeh (rendah) sesuai kadar penyesalannya atas sesuatu yang sirna tersebut. Akan tetapi (semestinya) seorang muslim yang terbina menyesal dan bersedih atas keimanannya yang berkurang, kesalahan-kesalahan, dosa-dosa dan keteledorannya dalam menjalankan ketaatan kepada Tuhannya. Sungguh masalahnya di sini adalah masalah nilai-nilai dan norma-norma. Masalah sikap-sikap dan risalah.
Ini berbeda dengan orang-orang yang mencintai dan memilih kehidupan dunia. Merekalah yang disebutkan Allah dalam firmanNya:“Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat).”QS al Insan:27.
=والله يتولي الجميع برعايته=
Oleh KH.M Ihya' Ulumiddin
Firman Alloh Ta'ala:
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka...” QS At Taubah:111.
Sesungguhnya dunia hanyalah titipan-titipan belaka sebagaimana dikatakan oleh Labid:
Tiadalah harta benda dan keluarga kecuali hanya titipan
Dan sudah pasti pada suatu hari titipan-titipan mesti dikembalikan
Dunia tidak sebanding dengan diri seorang mukmin sebagai harga keimanannya yang merupakan sesuatu yang melekat dalam hati dan dibenarkan oleh amalan. Tidak pula
sebanding dengan apa yang didapatkan seorang mukmin sebagai harga jihadnya yang didasari oleh keimanannya. Karena inilah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
1) “Dunia ini terlaknat (tidak ada artinya karena tidak diajuhkan dari rahmat Allah); terlaknat pula apa yang ada di dalamnya kecuali dzikrullah dan segala sesuatu yang mengantarkannya serta orang alim dan orang yang berusaha jadi alim”(HR Turmudzi, Ibnu Majah dan Baihaqi)
2) “Dua rakaat fajar lebih baik daripada dunia dan isinya”(HR Turmudzi Nasa’i)
Maha benar Allah yang berfirman: “Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.“QS al Ankabut:64.
Jadi dunia dan segala yang ada di dalamnya berupa emas, perak, kedudukan, rumah-rumah dan istana-istana dll sama sekali tidak berhak mendapatkan setetes air mata karena semuanya ini tidak bisa memperlambat ajal manusia meski hanya sedetik saja. Sungguh telah dikatakan:
Diriku yang memiliki banyak sesuatu pasti juga akan sirna
Lantas mengapa aku menangisi sesuatu yang musnah?
Imam Hasan al Bashri mengatakan: [Jangan jadikan selain surga sebagai harga untuk dirimu karena diri seorang mukmin itu mahal. (sayang) justru sebagian mereka menjualnya dengan harga murah]. Dalam pribahasa Makkah dikatakan: “Surga tidaklah gratis”
Al Arif billaah As Sayyid Ahmad bin Idris al Maghribi mengatakan: [Seluruh upaya manusia demi dunia di dalamnya ada kesulitan dan kerepotan. Ia tidak mendapatkan keinginan kecuali dengan kepayahan. Dan (meski begitu) terkadang ia tidak mendapatkan apa yang diinginkan. Seluruh upaya manusia demi akhirat begitu mudah dan sama sekali tidak terdapat kesulitan di dalamnya. Manusia bisa mendapatkan taman-taman, pepohonan dan sungai-sungai di surga. Maka betapa mudah usaha untuk akhirat dan betapa susah usaha-usaha demi dunia.]
Seorang muslim yang terbina tidak menyesalkan sesuatu yang sirna karena segala sesuatu dalam kehidupan ini akan sirna kecuali DzatNya subhaanahu wata’aalaa. Dan karena seorang yang menyesalkan dunianya adalah seperti anak kecil yang menangis karena kehilangan mainannya. Muslim yang terbina juga menyadari bahwa ia menjadi begitu remeh (rendah) sesuai kadar penyesalannya atas sesuatu yang sirna tersebut. Akan tetapi (semestinya) seorang muslim yang terbina menyesal dan bersedih atas keimanannya yang berkurang, kesalahan-kesalahan, dosa-dosa dan keteledorannya dalam menjalankan ketaatan kepada Tuhannya. Sungguh masalahnya di sini adalah masalah nilai-nilai dan norma-norma. Masalah sikap-sikap dan risalah.
Ini berbeda dengan orang-orang yang mencintai dan memilih kehidupan dunia. Merekalah yang disebutkan Allah dalam firmanNya:“Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat).”QS al Insan:27.
=والله يتولي الجميع برعايته=
Sabtu, 18 Desember 2010
DOA MOHON KEMUDAHAN
بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم لا سهل الا ما جعلته سهلا و انت تجعل الحزن اذا شئت سهلا
(رواه ابن حبان فى صحيحه٣صفحة۲۵۵
YA ALLOH, TIDAK ADA KEMUDAHAN KECUALI APA YANG ENGKAU MENJADIKAN MUDAH DAN ENGKAU AKAN MENJADIKAN KESUSAHAN INI KETIKA ENGKAU MENGHENDAKI KEMUDAHAN
(RIWAYAT IBNU HIBBAN 3 / 255)
اللهم لا سهل الا ما جعلته سهلا و انت تجعل الحزن اذا شئت سهلا
(رواه ابن حبان فى صحيحه٣صفحة۲۵۵
YA ALLOH, TIDAK ADA KEMUDAHAN KECUALI APA YANG ENGKAU MENJADIKAN MUDAH DAN ENGKAU AKAN MENJADIKAN KESUSAHAN INI KETIKA ENGKAU MENGHENDAKI KEMUDAHAN
(RIWAYAT IBNU HIBBAN 3 / 255)
Rabu, 15 Desember 2010
DOA ASYURO
إِسْتِغْفَارَاتُ يَوْمِ عَاشُوْرَاء
بسم الله الرحمن الرحيم
• رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْلَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ (لآدم) ١٠×
• وَإِلاَّ تَغْفِرْلِى وَتَرْحَمْنِى أَكُنْ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ (لنوح) ١٠×
• رَبِّيْ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِى فَاغْفِرْلِى (لموسى) ١٠×
• لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ (ليونس) ١٠×
• اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّى لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ ظَلَمْتُ نَفْسِى وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِى فَاغْفِرْلِى إِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ (لرسول الله) ١٥×
• اَللَّهُمَّ اَنْتَ رَبِّى لاَ اِلَهَ إِلاَّ اَنْتَ خَلَقْتَنِى وَأَنَا عَبْدُكَ وَاَنَاعَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَااسْتَطَعْتُ أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّمَا صَنَعْتُ أَبُؤُلَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُؤُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْلِى فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ (لرسول الله) ١٥×
• سُبْحَانَ الله ِمِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَى وَزِنَةَ العَرْشِ
اَلْحَمْدُ ِلله ِمِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَى وَزِنَةَ العَرْشِ
الله أَكْبَرُ ِمِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَى وَزِنَةَ العَرْشِ
لاَمَلْجَأَ وَلاَ وَمَنْجَا مِنَ اللهِ إِلاَّ اِلَيْهِ
• سُبْحَانَ الله عَدَدَ الشَّفْعِ وِالْوِتْرِوَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّاتِ كُلِّهَا
اَلْحَمْدُ ِلله عَدَدَ الشَّفْعِ وِالْوِتْرِوَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّاتِ كُلِّهَا
الله أَكْبَرُ عَدَدَ الشَّفْعِ وِالْوِتْرِوَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّاتِ كُلِّهَا
أَسْأَلُكَ السَّلاَ مَةَ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ
• ياَمُحَوِّلَ اْلأَحْوَالِ حَوِّلْ حَالَناَ إِلَى أَحْسَنِ اْلأَحْوَالِ بِحَوْلِكَ وَقُوَّتِكَ يَا عَزِيْزُ يَا مُتَعَالُ ٣×
• اَللَّهُمَّ إِنَّ هَذِهِ سَنَةٌ جَدِيْدَةٌ وَشَهْرٌ جَدِيْدٌ, فَأَعْطِناَ اللَّهُمَّ خَيْرَهَا وَخَيْرَمَا فِيْهَا, وَاصْرِفْ عَناَّ شَرَّهاَ وَشَرَّمَا فِيْهاَ, وَشَرَّ فِتْنَتِهَا وَمُحْدَثَاتِهَا, وَشَرَّ النَّفْسِ وَالْهَوَى وَالشَّيْطاَنِ الرَّجِيْمِ ۱۲×
• وَصَلَّى الله عَلىَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَاْلحَمْدُ ِلله رَبِّ الْعاَلَمِيْنَ
بسم الله الرحمن الرحيم
• رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْلَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ (لآدم) ١٠×
• وَإِلاَّ تَغْفِرْلِى وَتَرْحَمْنِى أَكُنْ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ (لنوح) ١٠×
• رَبِّيْ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِى فَاغْفِرْلِى (لموسى) ١٠×
• لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ (ليونس) ١٠×
• اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّى لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ ظَلَمْتُ نَفْسِى وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِى فَاغْفِرْلِى إِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ (لرسول الله) ١٥×
• اَللَّهُمَّ اَنْتَ رَبِّى لاَ اِلَهَ إِلاَّ اَنْتَ خَلَقْتَنِى وَأَنَا عَبْدُكَ وَاَنَاعَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَااسْتَطَعْتُ أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّمَا صَنَعْتُ أَبُؤُلَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُؤُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْلِى فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ (لرسول الله) ١٥×
• سُبْحَانَ الله ِمِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَى وَزِنَةَ العَرْشِ
اَلْحَمْدُ ِلله ِمِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَى وَزِنَةَ العَرْشِ
الله أَكْبَرُ ِمِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَى وَزِنَةَ العَرْشِ
لاَمَلْجَأَ وَلاَ وَمَنْجَا مِنَ اللهِ إِلاَّ اِلَيْهِ
• سُبْحَانَ الله عَدَدَ الشَّفْعِ وِالْوِتْرِوَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّاتِ كُلِّهَا
اَلْحَمْدُ ِلله عَدَدَ الشَّفْعِ وِالْوِتْرِوَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّاتِ كُلِّهَا
الله أَكْبَرُ عَدَدَ الشَّفْعِ وِالْوِتْرِوَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّاتِ كُلِّهَا
أَسْأَلُكَ السَّلاَ مَةَ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ
• ياَمُحَوِّلَ اْلأَحْوَالِ حَوِّلْ حَالَناَ إِلَى أَحْسَنِ اْلأَحْوَالِ بِحَوْلِكَ وَقُوَّتِكَ يَا عَزِيْزُ يَا مُتَعَالُ ٣×
• اَللَّهُمَّ إِنَّ هَذِهِ سَنَةٌ جَدِيْدَةٌ وَشَهْرٌ جَدِيْدٌ, فَأَعْطِناَ اللَّهُمَّ خَيْرَهَا وَخَيْرَمَا فِيْهَا, وَاصْرِفْ عَناَّ شَرَّهاَ وَشَرَّمَا فِيْهاَ, وَشَرَّ فِتْنَتِهَا وَمُحْدَثَاتِهَا, وَشَرَّ النَّفْسِ وَالْهَوَى وَالشَّيْطاَنِ الرَّجِيْمِ ۱۲×
• وَصَلَّى الله عَلىَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَاْلحَمْدُ ِلله رَبِّ الْعاَلَمِيْنَ
HIJRAH
Melangkah ke alam perjuangan berarti rela dalam kepahitan ……
Biarlah diri menangis, terluka, kecewa, asal tetap berada di jalan Alloh SWT, daripada mati tanpa Mujahadah ……
Kita tak sanggup selamanya terluka, tapi ingatlah setiap tetesan darah dari luka dan air mata itulah mahar kita ke surga …………
Jika ditanya kenapa perjuangan itu pahit ?
Jawabnya karena surga itu manis ……
Semoga diri kita senantiasa tabah dalam berjuang di jalan Alloh SWT
Amii..n Ya… MujibasSaailiin.
Biarlah diri menangis, terluka, kecewa, asal tetap berada di jalan Alloh SWT, daripada mati tanpa Mujahadah ……
Kita tak sanggup selamanya terluka, tapi ingatlah setiap tetesan darah dari luka dan air mata itulah mahar kita ke surga …………
Jika ditanya kenapa perjuangan itu pahit ?
Jawabnya karena surga itu manis ……
Semoga diri kita senantiasa tabah dalam berjuang di jalan Alloh SWT
Amii..n Ya… MujibasSaailiin.
Senin, 13 Desember 2010
SAYA BELAJAR
Saya belajar, bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya. Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk membangun kepercayaan dan hanya butuh beberapa detik saja untuk menghancurkannya.
Saya belajar, bahwa orang yang saya kira adalah orang yang jahat, terkadang justru dialah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali.
Saya belajar, bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh, walaupun dipisahkan oleh jarak yang jauh. Beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati.
Saya belajar, bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatiannya seperti yang saya inginkan, bukan berarti bahwa dia tidak mencintai saya.
Saya belajar, bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki, tapi yang penting adalah apa dan siapa saya ini sebenarnya, juga apa yang bisa saya berikan .
Saya belajar, bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap dan emosi itu yang menguasai diri saya.
Saya belajar, bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi itu bukan berarti saya harus membenci dan berlaku bengis.
Saya belajar, bahwa orang-orang yang saya kasihi justru sering diambil segera dari kehidupan saya.
Saya belajar, bahwa mencoba untuk menjadi seorang yang bermanfaat untuk orang lain lebih berarti dibandingkan beribadah seorang diri sampai mati.
Saya belajar, bahwa kesusahan dan kesempitan hidup adalah bukti nyata bahwa Illahi menyayangi dan memperhatikan saya, sayalah yang terkadang tidak menyadarinya.
Saya belajar, bahwa dibalik setiap musibah dan cobaan ada setitik hikmah, DIA pasti telah memilih rencana lain yang jauh lebih baik untuk hamba-Nya.
Hidup ini penuh dengan pelajaran…….teruslah belajar, Allah sangat menyayangi hamba-Nya yang selalu belajar………….Amin.
Saya belajar, bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya. Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk membangun kepercayaan dan hanya butuh beberapa detik saja untuk menghancurkannya.
Saya belajar, bahwa orang yang saya kira adalah orang yang jahat, terkadang justru dialah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali.
Saya belajar, bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh, walaupun dipisahkan oleh jarak yang jauh. Beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati.
Saya belajar, bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatiannya seperti yang saya inginkan, bukan berarti bahwa dia tidak mencintai saya.
Saya belajar, bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki, tapi yang penting adalah apa dan siapa saya ini sebenarnya, juga apa yang bisa saya berikan .
Saya belajar, bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap dan emosi itu yang menguasai diri saya.
Saya belajar, bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi itu bukan berarti saya harus membenci dan berlaku bengis.
Saya belajar, bahwa orang-orang yang saya kasihi justru sering diambil segera dari kehidupan saya.
Saya belajar, bahwa mencoba untuk menjadi seorang yang bermanfaat untuk orang lain lebih berarti dibandingkan beribadah seorang diri sampai mati.
Saya belajar, bahwa kesusahan dan kesempitan hidup adalah bukti nyata bahwa Illahi menyayangi dan memperhatikan saya, sayalah yang terkadang tidak menyadarinya.
Saya belajar, bahwa dibalik setiap musibah dan cobaan ada setitik hikmah, DIA pasti telah memilih rencana lain yang jauh lebih baik untuk hamba-Nya.
Hidup ini penuh dengan pelajaran…….teruslah belajar, Allah sangat menyayangi hamba-Nya yang selalu belajar………….Amin.
Langganan:
Postingan (Atom)