AHLAN WA SAHLAN
بسم الله الرحمن الرحيم
من أصلح أمر اخرته أصلح الله له دنياه
“Barang siapa memperbaiki urusan akhiratnya, niscaya Alloh memperbaiki urusan dunianya"
Kamis, 22 November 2012
CATATAN LAMA
Di kamar mataku tertuju pada buku yang sudah usang berjajar di barisan buku-bukuku yang lain. Kuambil buku itu dan kubuka lembar demi lembar. Aku tersenyum geli melihat tulisan arab yang beletotan kayak ceker ayam hehehe…karena ternyata itu buku ngaji di masa aku SMP. Aku meneruskan menikmati membuka buku usang sambil mencermati kembali apa saja yang telah kucoretkan pada saat itu. Subhaanalloh…banyak kutemukan catatan-catatan berharga tentang nasehat dan amalan dari ustadz pada saat mengaji. Sebagaimana bulan Muharram ini adalah bulan yang dimuliakan dan diistimewakan oleh Allah SWT (Q.S. At Taubah : 36), oleh karena itu jangan sampai terlewatkan bulan-bulan yang penting ini untuk melakukan amalan-amalan yang disunnahkan.
Hari-hari penting di bulan Muharram :
1.Menghidupkan malam 'Asyura/malam 10 Muharram (insyaAllah Jum'at malam tanggal 23 November 2012 atau malam Sabtu tanggal 24 November 2012)
2.Hari 'Asyura/10 Muharram (insyaAllah hari Sabtu tanggal 24 November 2012)
Amalan-amalan bulan Muharram:
1.Menghidupkan malam 'Asyura:
1)Beribadah di malam 'Asyura seakan-akan beribadah seperti ibadahnya ahli langit tujuh lapis
2)Shalat 4 raka'at dikerjakan dengan 2 raka'at salam dan tiap raka'at yang harus di baca: Al Fatihah 1x dan Al Ikhlash 51 x (faedahnya insyaAllah diampuni dosanya 50 tahun)
2.Hari 'Asyura/10 Muharram
1)Barang siapa puasa 'Asyura (10 Muharram) seperti puasa setahun penuh. Dalam satu hadist disebutkan puasa 'Asyura ini bisa melebur dosa satu tahun yang sudah lewat. Di terangkan dalam kitab Hasiyah I'aanatuth Thalibiin sebaiknya puasa 'Asyura disertai dengan puasa Tasu'a (9 Muharram) atau 11 muharramnya sebagai pembeda dengan puasanya orang yahudi yang hanya puasa 'Asyura saja.
2)Barang siapa memberi minum seteguk air pada hari 'Asyura, maka Allah akan memberi minum di waktu dahaga pada saat hari Qiyamah. Yang mana air minum tersebut membuat orang tidak haus selamanya dan seakan-akan tidak pernah berbuat maksiat sekejap matapun.
3)Barang siapa bershadaqah pada hari 'Asyura, seakan-akan dia tidak pernah menolak orang yang meminta-minta sama sekali.
4)Barang siapa mandi (seperti mandi junub) dan bersuci pada hari 'Asyura, dia tidak akan terkena penyakit pada tahun itu kecuali mati.
5)Barang siapa mengusap kepala anak yatim atau berlaku baik dengannya pada hari 'Asyura, maka seakan-akan dia berlaku baik dengan semua anak yatim keturunan nabi Adam.
6) Barang siapa menjenguk orang sakit pada hari 'Asyura, seakan-akan dia menjenguk semua anak keturunan nabi Adam yang sakit
Kesimpulan:
Yang perlu diperhatikan pada hari 'Asyura:
1. Sholat
2. Puasa
3. Menyambung persaudaraan
4. Shadaqah
5. Mandi besar
6. Pakai celak
7. Ziarah kepada orang 'alim
8. Menjenguk orang sakit
9. Mengusap kepala anak yatim
10. Meluaskan belanja keluarga
11. Memotong kuku
12. Membaca surat al Ikhlash 1000 kali
Demikian catatan lamaku, apabila ada amalan-amalan yang dasar hadistnya kurang kuat tidak usah dipermasalahkan. Menurut aku, selama hal itu baik dan tidak melanggar Al Qur'an dan As Sunnah lebih baik di amalkan. Wallahu a'lam bishowwaab
Rabu, 21 November 2012
Untaian Do'a to saudaraku
اَللَّهُمَّ اِنَّا نَجْعَلُكَ فِي نُحُوْرِالْيَهُوْدِ الْمُعَادِيْنَ عَلَى إِخْوَانِنَا الْفَلِسْطِيْنِيِّيْنَ فِيْ غَزَّة وَ نَعُوْذُبِكَ مِنْ شُرُوْرِهِمْ وَاشْدُدْ وَطْـأَتَكَ عَلَيْهِمْ وَخُذْهُمْ أَخْذَ عَزِيْزٍ مُقْتَدِرٍ
Ijazah do'a dari Abina KH.M. Ihya' Ulumiddin
Mohon di baca 11x setelah sholat fardhu
Rabu, 08 Juni 2011
DO'A KAFFAH
وَصَلىَّ الله ُعَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ الِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ اَللَّهُمَّ لَكَ اْلحَمْدُ شُكْرًا وَلَكَ اْلمَنُّ فَضْلاً
اَللَّهُمَّ الْطُفْ بِي فِى تَيْسِيْرِ كُلِّ عَسِيْرٍ فَإِنَّ تَيْسِيْرَ كُلِّ عَسِيْرٍ عَلَيْكَ يَسِيْرٌ وَأَسْأَلُكَ اْليُسْرَ وَالْمُعَافَاةَ
فِى الدُّنْيَا وَاْلاخِرَةِ . اَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ :
مِنَ النِّعْمَةِ تَمَامَهَا,وَ مِنَ اْلعِصْمَةِ دَوَامَهَا,وَ مِنَ الرَّحْمَةِ شُمُوْلَهَا, وَ مِنَ اْلعَافِيَةِ حُصُوْلَهَا ,وَ مِنَ اْلعَيْشِ أَرْغَدَهُ, وَ مِنَ اْلعُمْرِ اَسْعَدَهُ, وَ مِنَ اْلإِحْسَانِ أَتَمَّهُ ,وَ مِنَ اْلإِنْعَامِ أَعَمَّهُ ,وَ مِنَ اْلفَضْلِ أَعْذَبَهُ, وَ مِنَ اْلُّطْفِ اَنْفَعَهُ. رَبَّنَا اتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار. وَصَلىَّ الله ُعَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ الِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
وَاْلحَمْدُ للهَِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ
Bismillahirrahmanirrahiim
Washallallahu ‘alaa Sayyidina Muhammad wa ‘allaa Aalihii wa Shahbihii Ajma’iin
1. Ya Alloh, bagiMu segala puji sebagai ungkapan rasa syukur, dan bagiMu segala pemberian sebagai anugerah.
2. Ya Alloh, berikanlah kelembutan kepadaku dalam memudahkan segala kesulitan karena sesungguhnya memudahkan segala kesulitan bagiMu adalah suatu hal yang mudah. Dan saya memohon kepadaMu kemudahan dan keselamatan di dunia dan akhirat.
3. Ya Alloh, Sungguh saya memohon kepadaMu:
• Nikmat yang sempurna.
• Penjagaan yang terus-menerus
• Rahmat yang merata
• Kesehatan (jasmani & rohani) yang selalu didapatkan
• Kehidupan yang paling makmur
• Umur kehidupan yang membahagiakan
• Berbuat kebaikan yang paling sempurna
• Pemberian nikmat yang paling merata
• Pemberian anugerah yang paling menyegarkan
• Dan Kelembutan yang paling bermanfaat
Washallallahu ‘alaa Sayyidina Muhammad wa ‘alaa Aalihii wa Shahbihii Ajma’iin
اَللَّهُمَّ الْطُفْ بِي فِى تَيْسِيْرِ كُلِّ عَسِيْرٍ فَإِنَّ تَيْسِيْرَ كُلِّ عَسِيْرٍ عَلَيْكَ يَسِيْرٌ وَأَسْأَلُكَ اْليُسْرَ وَالْمُعَافَاةَ
فِى الدُّنْيَا وَاْلاخِرَةِ . اَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ :
مِنَ النِّعْمَةِ تَمَامَهَا,وَ مِنَ اْلعِصْمَةِ دَوَامَهَا,وَ مِنَ الرَّحْمَةِ شُمُوْلَهَا, وَ مِنَ اْلعَافِيَةِ حُصُوْلَهَا ,وَ مِنَ اْلعَيْشِ أَرْغَدَهُ, وَ مِنَ اْلعُمْرِ اَسْعَدَهُ, وَ مِنَ اْلإِحْسَانِ أَتَمَّهُ ,وَ مِنَ اْلإِنْعَامِ أَعَمَّهُ ,وَ مِنَ اْلفَضْلِ أَعْذَبَهُ, وَ مِنَ اْلُّطْفِ اَنْفَعَهُ. رَبَّنَا اتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار. وَصَلىَّ الله ُعَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ الِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
وَاْلحَمْدُ للهَِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ
Bismillahirrahmanirrahiim
Washallallahu ‘alaa Sayyidina Muhammad wa ‘allaa Aalihii wa Shahbihii Ajma’iin
1. Ya Alloh, bagiMu segala puji sebagai ungkapan rasa syukur, dan bagiMu segala pemberian sebagai anugerah.
2. Ya Alloh, berikanlah kelembutan kepadaku dalam memudahkan segala kesulitan karena sesungguhnya memudahkan segala kesulitan bagiMu adalah suatu hal yang mudah. Dan saya memohon kepadaMu kemudahan dan keselamatan di dunia dan akhirat.
3. Ya Alloh, Sungguh saya memohon kepadaMu:
• Nikmat yang sempurna.
• Penjagaan yang terus-menerus
• Rahmat yang merata
• Kesehatan (jasmani & rohani) yang selalu didapatkan
• Kehidupan yang paling makmur
• Umur kehidupan yang membahagiakan
• Berbuat kebaikan yang paling sempurna
• Pemberian nikmat yang paling merata
• Pemberian anugerah yang paling menyegarkan
• Dan Kelembutan yang paling bermanfaat
Washallallahu ‘alaa Sayyidina Muhammad wa ‘alaa Aalihii wa Shahbihii Ajma’iin
Selasa, 31 Mei 2011
BULAN RAJAB YANG BERKAH
By: Binti Muhammad
Islam telah mengajarkan semua hari itu baik dan semua bulan itu baik. Dari semua yang baik tersebut tentu ada yang istimewa, sebagaimana Allah SWT telah menjadikan bulan dalam satu tahun berjumlah dua belas, yang mana setiap bulan itu pasti baik, apabila pada setiap bulan kita melakukan amalan-amalan yang diridhoi oleh Alloh SWT dan sebaliknya setiap bulan akan menjadi jelek, apabila dalam bulan-bulan tersebut kita telah melakukan pekerjaan yang tidak diridhoi oleh Alloh SWT. Namun dengan demikian, Alloh SWT memuliakan dan mengistimewakan empat bulan yakni bulan Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharom dan Rajab sebagaimana disebutkan dalam hadits muslim Rasulullah SAW. Adapun empat bulan tersebut disebut dengan bulan haram sebagaimana firman Alloh SWT dalam QS. At Taubah ayat 36 yang berbunyi:
إن عدة الشهور عند الله اتنا عشر شهرا في كتاب الله يوم خلق السموات والأرض منها أربعة حرم
(التوية :۳٦)
“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram” (at Taubah : 36)
Adapun yang dimaksud bulan haram yaitu bulan yang terhormat, bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT, harus ada kasih sayang, harus saling hormat dan menghormati, tidak boleh berperang dan menganiaya, harus mewujudkan perdamaian dan kedamaian. Namun hal ini bukan berarti selain bulan haram diperkenankan berbuat tidak kasih sayang, tidak hormat menghormati dan perbuatan buruk lainnya. Hal ini salah besar. Jadi maksudnya adalah dalam bulan haram melakukan kebaikan-kebaikan yang telah disebutkan di atas akan melipat gandakan pahala kita daripada melalukannya di bulan selain bulan haram sebagaimana dalam riwayat Nabi Muhammad SAW :
إن لله في أيام دهر كم لنفحات فتعرضوا لها
“Sesungguhnya Allah SWT pada waktu-waktu kehidupanmu (pada hari-hari tertentu dan bulan-bulan tertentu) itu memberikan keistimewaan tersendiri, maka raihlah waktu-waktu istmewa tersebut”.
Salah satu dari bulan istemewa tersebut adalah Bulan Rajab, oleh karena itu, mari kita perbanyak amal ibadah dalam bulan ini. Adapun keistmewaan bulan Rajab sebagaimana sabda Rosulillah SAW:
عن أبي أمامة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم خمس ليال
لا ترد فيهن الدعوة : أول ليلة من رجب وليلة النصف من الشعيان وليلة الجمعة وليلة الفطر
وليلة النحر ( رواه ابن عساكر وأخرجه السيوطي في الجامع )
Dari Abi Umamah Rodhiyallohuanhu, beliau berkata: Rosululloh SAW bersabda : ada lima malam yang mana tidak tertolak (oleh Allah SWT) do’a di dalamnya: malam pertama bulan Rajab, malam nisfu Sya’ban, malam Jum’at, malam Idul Fitri dan malam Idul Adha (Riwayat Ibnu ‘Asaakir dikutip oleh As Suyuuthi dalam kitab Jami’u Shoghir)
Keistemewaan yang lain dalam sabda Nabi Muhammad SAW :
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن في الجنة نهرا يقال له رجب أشد بياضا من
اللبن وأحلى من العسل من صام يوما من رجب سقاه الله من ذلك النهر . ( رواه البيهقي)
Rosulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya di Surga ada sungai yang disebut dengan Rajab (isinya) lebih putih dari pada susu dan lebih manis dari pada madu. Barang siapa berpuasa satu hari di bulan Rajab, maka Allah SWT memberi minum dari sungai tersebut”. (Riwayat Imam Baihaqi)
Do’a Bulan Rajab
Rasulullah SAW menyiapkan diri untuk menyambut Bulan Suci Ramadhan selama dua bulan yaitu bulan Rajab dan bulan Sya’ban, jadi bulan Rajab merupakan starting awal untuk menghadapi Bulan Suci Ramadhan dengan memperbanyak do’a dan memperbanyak amal sholih agar kita lebih siap dalam melaksanakan ibadah di bulan Puasa.
عن أنس رضي الله عنه قال : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا دخل رجب قال :
Dari Anas Rodhiyallohuanhu berkata: Rosululloh SAW ketika memasuki bulan rajab mengucapkan:
اللهم بارك لنا في رجب و شعبان وبلغنا رمضان
“ Ya Alloh, Berkahilah kami di bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan Sampaikanlah (umur) kami pada bulan Ramadhan”.
Hadist di atas di atas disebutkan dalam banyak keterangan, seperti dikeluarkan oleh Abdullah bin Ahmad di dalam kitab Zawaa’id alMusnad (2346), Al Bazzar di dalam musnadnya sebagaimana disebutkan dalam kitab Kasyf alAtsaar (616), Ibnu asSunny dalam kitab ‘Amal alYaum wa alLailah (658), Ath Thabarany dalam al Mu’jam al Ausath (3939), Kitab ad Du’a” (911) dan masih banyak kitab lain yang menerangkan.
Bulan Rajab juga merupakan bulan taubat, yang mana dalam bulan ini kita harus benar-benar memotivasi dan memaksmalkan diri untuk bertaubat dan selalu memohon ampunan kepada alloh SWT. Seorang ulama’ ahli hadist al Imam Muhammad bin Abdullah Al Jardani Rohmahulloh menerangkan dalam kitab hadist Misbahud Dholam, bahwa orang yang membaca :
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَليَّ ٧٠ ×
Pada setiap ba’da isya’ atau pagi dan sore hari di bulan Rajab, maka orang tersebut terhindar dar siksa api neraka (dosanya diampuni oleh Alloh SWT).
Dalam suatu riwayat Rosululloh SAW bersabda: “Barang siapa membaca tasbih:
سبْحانَ اْلحَيِّ اْلقَيُّوْمِ
dari tanggal 1 bulan Rajab sampai tanggal 10 sebanyak 100 kali, dan membaca tasbih:
سبْحاَنَ اللهِِ اْلأحَد ِالصَّمَدِ
Dari tanggal 11 bulan Rajab sampai tanggal 20 sebanyak 100 kali, serta membaca tasbih:
سبْحاَنَ اللهِِ الرَّؤُوْفِ
Dari tanggal 21 bulan Rajab sampai akhir bulan Rajab 100 kali.
Orang yang membaca tasbih ini dengan cara begini, Rosululloh mengatakan:
لم يصف الواصفون مايعطى من الثواب
Tidak dapat disifati dari banyaknya, Alloh SWT memberikan pahala.
Puasa bulan Rajab
Puasa bulan rajab sebagaimana puasa dalam bualn-bulan yang lain yaitu dihukumi sunnah. Diriwayatkan dari Mujibah al Bahiliyah, Rosululloh SAW bersabda:
“Puasalah pada bulan-bulan haram (mulya)”. (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah dan Imam Ahmad).
Rosululloh SAW juga bersabda:
“Kerjakanlah ibadah apa yang engkau mampu, sesungguhnya Alloh SWT tidak pernah bosan hingga kalian bosan”.
Ibnu Hajar menegaskan, bahwa tidak ada hadist shohih, hasan maupun dho’if yang menerangkan keutamaan puasa di bulan Rajab (dalam kitab Tabyinun Ujb), bahkan beliau meriwayatkan tindakan sahabat Umar yang melarang mengkhususkan bulan Rajab dengan puasa.
Imam asySyaukani dalam kitabnya Nailul Author menulis bahwa ibnu Subki meriwayatkan dari Mahammad bin Manshur asSam’ani yang mengatakan, bahwa tidak ada hadist yang kuat untuk menunjukkan kesunnahan puasa Rajab secara khusus. Disebutkan juga bahwa Ibnu Umar memakruhkan puasa Rajab sebagaimana Abu bakar al Tarthusi yang mengatakan, bahwa puasa Rajab adalah makruh karena tidak ada dalil yang kuat. Meskipun demikian, Imam Asy Syaukani berpendapat, bahwa bila semua hadist yang secara khusus menunjukkan keutamaan bulan Rajab dan disunnahkan puasanya kurang kuat untuk dijadikan dasar, maka hadist-hadist yang umum seperti di atas tersebut sudah cukup untuk menjadi hujjah atau dasar. Di samping itu, juga tidak ada dalil yang kuat yang memakruhkan puasa di bulan Rajab.
Kelanjutan bulan Rajab adalah bulan Sya’ban. Dalam bulan ini kita juga harus memperbanyak amalan-amalan sholih dan berpuasa sunnah sebagaimana diriwayatkan oleh Imam al Nasa’i dan Abu Dawud dishohihkan oleh Ibnu Huzaimah, Usamah matur kepada Rosululloh SAW:
“Wahai Rosululloh, saya tidak melihat Rosul melakukan puasa sunnah sebanyak yang Engkau lakukan dalam bulan Sya’ban”. Rosul menjawab: “Bulan Sya’ban adalah bulan antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan yang dilupakan oleh kebanyakan orang. Di bulan Sya’ban perbuatan dan amal kebaikan akan diangkat kehadapan Alloh SWT, maka aku ingin ketika amalku diangkat, aku dalam keadaan puasa”.
Wallohu a’lam bishShowab
Islam telah mengajarkan semua hari itu baik dan semua bulan itu baik. Dari semua yang baik tersebut tentu ada yang istimewa, sebagaimana Allah SWT telah menjadikan bulan dalam satu tahun berjumlah dua belas, yang mana setiap bulan itu pasti baik, apabila pada setiap bulan kita melakukan amalan-amalan yang diridhoi oleh Alloh SWT dan sebaliknya setiap bulan akan menjadi jelek, apabila dalam bulan-bulan tersebut kita telah melakukan pekerjaan yang tidak diridhoi oleh Alloh SWT. Namun dengan demikian, Alloh SWT memuliakan dan mengistimewakan empat bulan yakni bulan Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharom dan Rajab sebagaimana disebutkan dalam hadits muslim Rasulullah SAW. Adapun empat bulan tersebut disebut dengan bulan haram sebagaimana firman Alloh SWT dalam QS. At Taubah ayat 36 yang berbunyi:
إن عدة الشهور عند الله اتنا عشر شهرا في كتاب الله يوم خلق السموات والأرض منها أربعة حرم
(التوية :۳٦)
“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram” (at Taubah : 36)
Adapun yang dimaksud bulan haram yaitu bulan yang terhormat, bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT, harus ada kasih sayang, harus saling hormat dan menghormati, tidak boleh berperang dan menganiaya, harus mewujudkan perdamaian dan kedamaian. Namun hal ini bukan berarti selain bulan haram diperkenankan berbuat tidak kasih sayang, tidak hormat menghormati dan perbuatan buruk lainnya. Hal ini salah besar. Jadi maksudnya adalah dalam bulan haram melakukan kebaikan-kebaikan yang telah disebutkan di atas akan melipat gandakan pahala kita daripada melalukannya di bulan selain bulan haram sebagaimana dalam riwayat Nabi Muhammad SAW :
إن لله في أيام دهر كم لنفحات فتعرضوا لها
“Sesungguhnya Allah SWT pada waktu-waktu kehidupanmu (pada hari-hari tertentu dan bulan-bulan tertentu) itu memberikan keistimewaan tersendiri, maka raihlah waktu-waktu istmewa tersebut”.
Salah satu dari bulan istemewa tersebut adalah Bulan Rajab, oleh karena itu, mari kita perbanyak amal ibadah dalam bulan ini. Adapun keistmewaan bulan Rajab sebagaimana sabda Rosulillah SAW:
عن أبي أمامة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم خمس ليال
لا ترد فيهن الدعوة : أول ليلة من رجب وليلة النصف من الشعيان وليلة الجمعة وليلة الفطر
وليلة النحر ( رواه ابن عساكر وأخرجه السيوطي في الجامع )
Dari Abi Umamah Rodhiyallohuanhu, beliau berkata: Rosululloh SAW bersabda : ada lima malam yang mana tidak tertolak (oleh Allah SWT) do’a di dalamnya: malam pertama bulan Rajab, malam nisfu Sya’ban, malam Jum’at, malam Idul Fitri dan malam Idul Adha (Riwayat Ibnu ‘Asaakir dikutip oleh As Suyuuthi dalam kitab Jami’u Shoghir)
Keistemewaan yang lain dalam sabda Nabi Muhammad SAW :
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن في الجنة نهرا يقال له رجب أشد بياضا من
اللبن وأحلى من العسل من صام يوما من رجب سقاه الله من ذلك النهر . ( رواه البيهقي)
Rosulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya di Surga ada sungai yang disebut dengan Rajab (isinya) lebih putih dari pada susu dan lebih manis dari pada madu. Barang siapa berpuasa satu hari di bulan Rajab, maka Allah SWT memberi minum dari sungai tersebut”. (Riwayat Imam Baihaqi)
Do’a Bulan Rajab
Rasulullah SAW menyiapkan diri untuk menyambut Bulan Suci Ramadhan selama dua bulan yaitu bulan Rajab dan bulan Sya’ban, jadi bulan Rajab merupakan starting awal untuk menghadapi Bulan Suci Ramadhan dengan memperbanyak do’a dan memperbanyak amal sholih agar kita lebih siap dalam melaksanakan ibadah di bulan Puasa.
عن أنس رضي الله عنه قال : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا دخل رجب قال :
Dari Anas Rodhiyallohuanhu berkata: Rosululloh SAW ketika memasuki bulan rajab mengucapkan:
اللهم بارك لنا في رجب و شعبان وبلغنا رمضان
“ Ya Alloh, Berkahilah kami di bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan Sampaikanlah (umur) kami pada bulan Ramadhan”.
Hadist di atas di atas disebutkan dalam banyak keterangan, seperti dikeluarkan oleh Abdullah bin Ahmad di dalam kitab Zawaa’id alMusnad (2346), Al Bazzar di dalam musnadnya sebagaimana disebutkan dalam kitab Kasyf alAtsaar (616), Ibnu asSunny dalam kitab ‘Amal alYaum wa alLailah (658), Ath Thabarany dalam al Mu’jam al Ausath (3939), Kitab ad Du’a” (911) dan masih banyak kitab lain yang menerangkan.
Bulan Rajab juga merupakan bulan taubat, yang mana dalam bulan ini kita harus benar-benar memotivasi dan memaksmalkan diri untuk bertaubat dan selalu memohon ampunan kepada alloh SWT. Seorang ulama’ ahli hadist al Imam Muhammad bin Abdullah Al Jardani Rohmahulloh menerangkan dalam kitab hadist Misbahud Dholam, bahwa orang yang membaca :
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَليَّ ٧٠ ×
Pada setiap ba’da isya’ atau pagi dan sore hari di bulan Rajab, maka orang tersebut terhindar dar siksa api neraka (dosanya diampuni oleh Alloh SWT).
Dalam suatu riwayat Rosululloh SAW bersabda: “Barang siapa membaca tasbih:
سبْحانَ اْلحَيِّ اْلقَيُّوْمِ
dari tanggal 1 bulan Rajab sampai tanggal 10 sebanyak 100 kali, dan membaca tasbih:
سبْحاَنَ اللهِِ اْلأحَد ِالصَّمَدِ
Dari tanggal 11 bulan Rajab sampai tanggal 20 sebanyak 100 kali, serta membaca tasbih:
سبْحاَنَ اللهِِ الرَّؤُوْفِ
Dari tanggal 21 bulan Rajab sampai akhir bulan Rajab 100 kali.
Orang yang membaca tasbih ini dengan cara begini, Rosululloh mengatakan:
لم يصف الواصفون مايعطى من الثواب
Tidak dapat disifati dari banyaknya, Alloh SWT memberikan pahala.
Puasa bulan Rajab
Puasa bulan rajab sebagaimana puasa dalam bualn-bulan yang lain yaitu dihukumi sunnah. Diriwayatkan dari Mujibah al Bahiliyah, Rosululloh SAW bersabda:
“Puasalah pada bulan-bulan haram (mulya)”. (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah dan Imam Ahmad).
Rosululloh SAW juga bersabda:
“Kerjakanlah ibadah apa yang engkau mampu, sesungguhnya Alloh SWT tidak pernah bosan hingga kalian bosan”.
Ibnu Hajar menegaskan, bahwa tidak ada hadist shohih, hasan maupun dho’if yang menerangkan keutamaan puasa di bulan Rajab (dalam kitab Tabyinun Ujb), bahkan beliau meriwayatkan tindakan sahabat Umar yang melarang mengkhususkan bulan Rajab dengan puasa.
Imam asySyaukani dalam kitabnya Nailul Author menulis bahwa ibnu Subki meriwayatkan dari Mahammad bin Manshur asSam’ani yang mengatakan, bahwa tidak ada hadist yang kuat untuk menunjukkan kesunnahan puasa Rajab secara khusus. Disebutkan juga bahwa Ibnu Umar memakruhkan puasa Rajab sebagaimana Abu bakar al Tarthusi yang mengatakan, bahwa puasa Rajab adalah makruh karena tidak ada dalil yang kuat. Meskipun demikian, Imam Asy Syaukani berpendapat, bahwa bila semua hadist yang secara khusus menunjukkan keutamaan bulan Rajab dan disunnahkan puasanya kurang kuat untuk dijadikan dasar, maka hadist-hadist yang umum seperti di atas tersebut sudah cukup untuk menjadi hujjah atau dasar. Di samping itu, juga tidak ada dalil yang kuat yang memakruhkan puasa di bulan Rajab.
Kelanjutan bulan Rajab adalah bulan Sya’ban. Dalam bulan ini kita juga harus memperbanyak amalan-amalan sholih dan berpuasa sunnah sebagaimana diriwayatkan oleh Imam al Nasa’i dan Abu Dawud dishohihkan oleh Ibnu Huzaimah, Usamah matur kepada Rosululloh SAW:
“Wahai Rosululloh, saya tidak melihat Rosul melakukan puasa sunnah sebanyak yang Engkau lakukan dalam bulan Sya’ban”. Rosul menjawab: “Bulan Sya’ban adalah bulan antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan yang dilupakan oleh kebanyakan orang. Di bulan Sya’ban perbuatan dan amal kebaikan akan diangkat kehadapan Alloh SWT, maka aku ingin ketika amalku diangkat, aku dalam keadaan puasa”.
Wallohu a’lam bishShowab
Selasa, 05 April 2011
Senandung Do'a
By: Binti Muhammad
Ya Alloh…..
Ya Robbi, Ya Rohmaan, Ya Rohiim …..
Tiada daya dan kekuatan kecuali kekuatanMu
Sholawat dan salam atas kekasihMu
Ya Alloh ……
Aku sangat percaya dan yakin atas janjiMu
Namun aku ini hanya hambaMu yang lemah
Yang tak luput dari kesalahan
Yang harus banyak belajar
Yang harus selalu diingatkan
Untuk menjadi hambaMu yang khusnul khotimah
Aku memohon kepadaMu ……
Bimbinglah aku menuju ridhoMu
Berilah aku kekuatan dhohir dan batinku
Selamatkan hatiku ….
Agar senantiasa mencintaiMu
Sampai akhir hayatku
Untuk menghadap kepadaMu
Amii..n
Ya Alloh…..
Ya Robbi, Ya Rohmaan, Ya Rohiim …..
Tiada daya dan kekuatan kecuali kekuatanMu
Sholawat dan salam atas kekasihMu
Ya Alloh ……
Aku sangat percaya dan yakin atas janjiMu
Namun aku ini hanya hambaMu yang lemah
Yang tak luput dari kesalahan
Yang harus banyak belajar
Yang harus selalu diingatkan
Untuk menjadi hambaMu yang khusnul khotimah
Aku memohon kepadaMu ……
Bimbinglah aku menuju ridhoMu
Berilah aku kekuatan dhohir dan batinku
Selamatkan hatiku ….
Agar senantiasa mencintaiMu
Sampai akhir hayatku
Untuk menghadap kepadaMu
Amii..n
Senin, 21 Maret 2011
SABAR
By: Binti Muhammad
بسم الله الرحمن الرحيم
يا ايها الذين امنوا استعينوا بالصبروالصلوة*ان الله مع الصابرين (البقرة ۱٥٣
“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar”(Al baqoroh 2 : 153)
Sabar merupakan pekerjaan yang enak dan mudah diucapkan, tapi sangat sulit untuk dilaksanakan kata kebanyakan orang, mungkin juga kata kita. Meskipun demikian, kita harus selalu belajar dan berusaha untuk bersabar. Orang dikatakan sabar apabila ia meyakini bahwa dirinya sebagai hamba Alloh dan pada saat awal tertimpa musibah bisa menerima dengan ikhlas tanpa mengeluh sama sekali. Sudahkah kita demikian??? Mari kita bersama-sama belajar dan berusaha untuk bersabar karena sudah difirmankan oleh Alloh SWT sebagaimana ayat di atas, jika kita menghendaki dipanggil orang-orang yang beriman maka seharusnya kita memohon pertolongan kepada Alloh SWT dengan sabar dan sholat. Adapun Orang yang bersabar akan bersama Alloh SWT. Tiada kenikmatan yang tidak terhingga kecuali melihat Alloh SWT dan bersamaNya. Orang yang bersama Alloh SWT pastinya bertempat di Surga.
Kenapa memohon pertolongan dengan sabar dan sholat?
I.Memohon pertolongan dengan sabar, karena dengan kesabaran tersebut akan menjadikan kita faham akan semua kejadian tersebut dari Alloh SWT sehingga kita bisa qona’ah (menerima), ikhlash (ridho) dan tawakkal (pasrah) serta disempurnakan pahala kita tanpa batas (Q.S. AzZumar 39 : 10) yang berbunyi:
انما يوفى الصابرون أجرهم بغيرحساب (الزمر ۱٠)
Jika kita sudah mempunyai ketiga sifat tersebut, insyaAlloh hidup kita akan tenang dan enjoy. Selain itu kelak kita akan bersama dengan Alloh SWT di surga. Semoga Alloh SWT menjadikan kita orang-orang yang selalu bersabar. Amiiin
Sabar yang dimaksud di sini sesuai dengan pendapat Ibnu Jabir, yakni sabar dalam tiga hal antara lain:
1.Sabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Alloh SWT. Hal ini lebih banyak pahalanya, karena melaksanakan ketaatan kepada Alloh SWT merupakan pekerjaan yang sudah biasa dikerjakan sehingga sering diremehkan dan terlupakan. Apabila kita dapat melaksanakan kesabaran taat kepada Alloh, seperti bersegera atas perintahNya, maka niscaya besar pahala kita.
2.Sabar dalam meninggalkan larangan Alloh SWT. Seperti : meninggalkan maksiat, ghibah, mencuri, berkata jelek, ghasab dan lain sebagainya.
3.Sabar ketika terkena musibah atau ujian yang menyenangkan atau yang menyedihkan.
II.Memohon pertolongan dengan sholat, karena dengan sholat akan mencegah kita dari perbuatan keji dan munkar. Sebagaimana firman Alloh SWT dalam QS. Al ‘Ankabut 29 : 45 :
اتل ما أوحي اليك من الكتاب و أقيم الصلاة* ان الصلوة تنهى عن الفحشاء والمنكر* ولذكرالله أكبر* والله يعلم ما تصنعون (العنكبوت ٤٥)
“Bacalah kitab Al Qur’an yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakan sholat. Sesungguhnya, sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Dan (Ketahuilah) mengingat Alloh (sholat) itu lebih besar keutamaannya dari ibadah yang lain. Alloh mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Sholat yang bagaimana yang mencegah dari perbuatan keji dan munkar?
Yakni sholat yang berkualitas yang dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Sholat yang berkualitas adalah sholat yang khusyuk (kita benar-benar merasa sowan kepada Alloh SWT dengan rasa khouf/takut dan roja’/berharap). Rosulullohpun apabila menghadapi permasalahan yang sangat rumit dan tidak bisa di akal langsung mengerjakan sholat karena sholat adalah ibadah yang sangat lengkap, yakni dengan kesucian diri, badan dan pakaian, menyebutkan kebesaran Alloh SWT dengan takbir, tahmid, tasbih serta menghadap kiblat. Adapun para Ulama’ mengatakan, bahwa sholat itu merupakan kumpulan ibadah para malaikat.
بسم الله الرحمن الرحيم
يا ايها الذين امنوا استعينوا بالصبروالصلوة*ان الله مع الصابرين (البقرة ۱٥٣
“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar”(Al baqoroh 2 : 153)
Sabar merupakan pekerjaan yang enak dan mudah diucapkan, tapi sangat sulit untuk dilaksanakan kata kebanyakan orang, mungkin juga kata kita. Meskipun demikian, kita harus selalu belajar dan berusaha untuk bersabar. Orang dikatakan sabar apabila ia meyakini bahwa dirinya sebagai hamba Alloh dan pada saat awal tertimpa musibah bisa menerima dengan ikhlas tanpa mengeluh sama sekali. Sudahkah kita demikian??? Mari kita bersama-sama belajar dan berusaha untuk bersabar karena sudah difirmankan oleh Alloh SWT sebagaimana ayat di atas, jika kita menghendaki dipanggil orang-orang yang beriman maka seharusnya kita memohon pertolongan kepada Alloh SWT dengan sabar dan sholat. Adapun Orang yang bersabar akan bersama Alloh SWT. Tiada kenikmatan yang tidak terhingga kecuali melihat Alloh SWT dan bersamaNya. Orang yang bersama Alloh SWT pastinya bertempat di Surga.
Kenapa memohon pertolongan dengan sabar dan sholat?
I.Memohon pertolongan dengan sabar, karena dengan kesabaran tersebut akan menjadikan kita faham akan semua kejadian tersebut dari Alloh SWT sehingga kita bisa qona’ah (menerima), ikhlash (ridho) dan tawakkal (pasrah) serta disempurnakan pahala kita tanpa batas (Q.S. AzZumar 39 : 10) yang berbunyi:
انما يوفى الصابرون أجرهم بغيرحساب (الزمر ۱٠)
Jika kita sudah mempunyai ketiga sifat tersebut, insyaAlloh hidup kita akan tenang dan enjoy. Selain itu kelak kita akan bersama dengan Alloh SWT di surga. Semoga Alloh SWT menjadikan kita orang-orang yang selalu bersabar. Amiiin
Sabar yang dimaksud di sini sesuai dengan pendapat Ibnu Jabir, yakni sabar dalam tiga hal antara lain:
1.Sabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Alloh SWT. Hal ini lebih banyak pahalanya, karena melaksanakan ketaatan kepada Alloh SWT merupakan pekerjaan yang sudah biasa dikerjakan sehingga sering diremehkan dan terlupakan. Apabila kita dapat melaksanakan kesabaran taat kepada Alloh, seperti bersegera atas perintahNya, maka niscaya besar pahala kita.
2.Sabar dalam meninggalkan larangan Alloh SWT. Seperti : meninggalkan maksiat, ghibah, mencuri, berkata jelek, ghasab dan lain sebagainya.
3.Sabar ketika terkena musibah atau ujian yang menyenangkan atau yang menyedihkan.
II.Memohon pertolongan dengan sholat, karena dengan sholat akan mencegah kita dari perbuatan keji dan munkar. Sebagaimana firman Alloh SWT dalam QS. Al ‘Ankabut 29 : 45 :
اتل ما أوحي اليك من الكتاب و أقيم الصلاة* ان الصلوة تنهى عن الفحشاء والمنكر* ولذكرالله أكبر* والله يعلم ما تصنعون (العنكبوت ٤٥)
“Bacalah kitab Al Qur’an yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakan sholat. Sesungguhnya, sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Dan (Ketahuilah) mengingat Alloh (sholat) itu lebih besar keutamaannya dari ibadah yang lain. Alloh mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Sholat yang bagaimana yang mencegah dari perbuatan keji dan munkar?
Yakni sholat yang berkualitas yang dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Sholat yang berkualitas adalah sholat yang khusyuk (kita benar-benar merasa sowan kepada Alloh SWT dengan rasa khouf/takut dan roja’/berharap). Rosulullohpun apabila menghadapi permasalahan yang sangat rumit dan tidak bisa di akal langsung mengerjakan sholat karena sholat adalah ibadah yang sangat lengkap, yakni dengan kesucian diri, badan dan pakaian, menyebutkan kebesaran Alloh SWT dengan takbir, tahmid, tasbih serta menghadap kiblat. Adapun para Ulama’ mengatakan, bahwa sholat itu merupakan kumpulan ibadah para malaikat.
BUKTI SEBUAH JANJI
By: Binti muhammad
Lidah tidak bertulang terucap sebuah janji ……
Melahirkan suatu penantian yang tidak pasti
Namun ……
Bukan itu yang aku nanti,
Aku menanti ……
Sebuah ikatan suci abadi …….
Terlahir dari ketulusan hati
Mengikuti sunnah nabi …..
Berpegang pada Illahi Robbi
Sebagai bukti ……..
Realisasi sebuah janji yang disepakati
Lidah tidak bertulang terucap sebuah janji ……
Melahirkan suatu penantian yang tidak pasti
Namun ……
Bukan itu yang aku nanti,
Aku menanti ……
Sebuah ikatan suci abadi …….
Terlahir dari ketulusan hati
Mengikuti sunnah nabi …..
Berpegang pada Illahi Robbi
Sebagai bukti ……..
Realisasi sebuah janji yang disepakati
Langganan:
Postingan (Atom)